Pentingnya pemeriksaan stunting bagi anak

bidan desa sedang memeriksa tinggi badan anak (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

Trimuktijaya, Jumat 30 November 2018, mungkin tidak semua orang tau tentang istilah stunting ini, stunting adalah sebuah di mana kondisi tinggi badan anak jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan anak seusianya.
Menurut kemenkes Ri, balita pendek atau stunting bisa diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya lalu dibandingkan dengan standar dan hasil pengukuran ini berada dikisaran dibawah normalnya dan anak yang termasuk stunting tergantung hasil pengukurannya tidak bisa dikira-kira atau ditebak saja tanpa pemeriksaan pengukuran.

Kader posyandu sedang memeriksa tinggi badan anak (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

Gejala stunting dapat diketahui jika para orang tua memantau pertumbuhan serta perkembangan anak sejak dari lahir, beberapa gelaja stunting diantara lainya:

1. Pertumbuhan melambat

2. Wajah tampak lebih muda dari seusianya

3. Pertumbuhan gigi terlambat

4. Ferforma buruk pada kemampuan fokus dan memory belajarnya

5. Pubertas terlambat

Pendataan bidan desa setelah anak diperiksa tinggi badannya (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

Dan ada beberapa faktor-faktor penyebab stunting

1. Gizi buruk yang dialami ibu hamil dan anak balita

2. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi, sebelum melahirkan, saat melahirkan dan setelah melahirkan

Ini lah beberapa dampak dari stunting

  • Dampak jangka pendek dari stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasaan gangguan pada pertumbuhan fisik, serta gangguan metabolisme

 

  • Dampak jangka panjangnya adalah stunting yang tidak ditangani sedini mungkin akan menurunkan kemampuan kognitif anak, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit

 

Dan cara mencegah stuntin dan dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil, memberikan ASI ekslusif sampai umur enam bulan dan diberikan makanan pendamping ASI yang cukup dan kualitasnya selain itu juga harus terus memantau pertumbuhan balita diposyandu.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan