Ke posyandu yuk Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak (SDIDTK)

Petugas kesehatan dari puskesmas sedang memeriksa Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)
Petugas kesehatan dari puskesmas sedang memeriksa Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

Trimuktijaya – 13 Mei 2019, Pos pelayanan keluarga berencana kesehatan terpandu (posyandu) adalah kegiatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan dari puskesmas, dan kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin perbulannya yang dilaksanakan di posyandu sedap malam kampung tri mukti jaya.

Sitimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak (SDIDTK) adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak. Karena setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan, kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak, bahkan gangguan menetap, pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas diperlukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal.

Kader posyandu sedap malam sedang menimbang berat badan balita (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)
Kader posyandu sedap malam sedang menimbang berat badan balita (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

Pemeriksaan  Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak (SDIDTK) ini  dilaksanakan pada balita usia nol bulan sampai dengan dua puluh empat bulan setiap tiga bulan sekali sedangkan balita usia dua puluh empat bulan sampai dengan tujuh puluh dua bulan setiap  enam bulan sekali, deteksi dini gangguan pertumbuhan yaitu pengukuran berat badan, pengukuran panjang badan/ tinggi badan dan lingkar kepala.

Petugas dari puskesmas sedang memberikan imunisasi pentavelen (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)
Petugas dari puskesmas sedang memberikan imunisasi pentavelen (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

Vaksin pentavalen program pemerintah terkait pemberian imunisasi adalah penggunakaan vaksin kombinasi yang dikenal sebagai vaksin pentavalen, vaksin ini merupakan gabungan vaksin DPT-HB ditambah Hib. Sebelumnya kombinasi ini hanya terdiri dari DPT dan HB (kita kenal sebagai DPT combo) sesuai dengan kandungan vaksinnnya, vaksin pentavalen ini juga mencegah bebearapa jenis penyakit antara lainnya difteri, batuk seratus hari, tetanus, hepatitis B, serta radang otak (meningitis) dan radang paru, yang disebabkan oleh kuman Hib (Haemophylus influenzae tipe b)

Vaksin pentavalen diberikan saat anak berusia 2, 3 dan 4 bulan, dan kemudian dilanjutkan ketika anak berusia 1.5 tahun, yang kita kenal sebagai imunisasi booster (lanjutan). Sebagaimana imunisasi lainya imunisasi pentavalen bisa didapat secara geratis disemua posyandu.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan