Pemicuan STBM puskesmas tulang bawang 1 di balai kampung tri mukti jaya

Antusias masyarakat kampung tri mukti jaya mengikuti pemicuan stbm puskesmas tulang bawang 1(Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)
Antusias masyarakat kampung tri mukti jaya mengikuti pemicuan stbm puskesmas tulang bawang 1(Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

Trimuktijaya- 29 juni 2019, Pelaksaan total berbasis masyarakat (STBM) adalah suatu pendekatan partisipatif yang mengajak masyarakat untuk menganalisi kondisi sanitasi mereka melalui suatu proses pemicuan, sehingga masyarakat dapat berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar, mereka yang masih di tempat terbuka dan sembarangan tempat.

Kegiatan pemicuan ini di laksanakan di balai kampung Tri Mukti Jaya, kec.Banjar Agung. Dan acara ini dihadiri oleh bapak Iwan Suwarno selaku kepala kampung Tri Mukti Jaya, kader posyandu, bidan desa dan masyarakat Tri Mukti jaya, acara ini juga dipandu oleh ibu dian dari puskesmas Tulang Bawang 1.

Sambutan oleh Bapak Iwan Suwarno selaku Kepala Kampung Tri Mukti Jaya (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)
Sambutan oleh Bapak Iwan Suwarno selaku Kepala Kampung Tri Mukti Jaya (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

“Bapak iwan suwarno selaku kepala kampung tri mukti jaya dalam sambutannya menyampaikan terimakasih banyak atas kehadiran ibu dian dan rombongan serta tamu undangan, alhamdulilah beliau menyempatkan waktunya datang  ke kampung kita untuk bersosialisasi kesehatan kampung tri mukti jaya yang mana kampung kita masih dibawah rata-rata, mudah-mudahan dengan kedatangan beliau dan rombongan bisa memotivasi kita untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang air besar sembarangan.

STBM merupakan sanitasi total berbasis masyarakat yang terdiri dari stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah cair rumah tangga, terkait dengan pendekataan keluarga untuk perubahan perilaku masyarakat, tujuannya untuk menurunkan penyakit yang berbasis lingkungan, termasuk juga stunting akibat diare kronik, jadi kelima pilar ini kita harapkan bersama-sama, tentu dari pilar pertama masyarakat bisa membuang air besar tidak sembarangan, agar tidak mencemari lingkungan dan air yang akan dikonsumsi kemudian cuci tangan dengan sabun.

Simulasi pemicuan stbm olen ibu Dian dari Puskesmas TUBA 1  (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)
Simulasi pemicuan stbm olen ibu Dian dari Puskesmas TUBA 1 (Dokumen.desa.id – Foto : Ayyarev)

Masyarakat kampung tri mukti jaya antusias melakukan kegiatan simulasi pemicuan stbm lima pilar ini,dan hasil pemicuan ini masih ada beberapa masyarakat yang belum mempunyai wc yang layak, semoga dengan adanya simulasi pemicuan ini masyarakat akan memiliki kesadaran untuk menggunakan sarana air bersih, menjaga lingkungan dan prilaku hidup sehat.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan