Profil Desa

PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG

KECAMATAN BANJAR AGUNG

 

PROFIL

KAMPUNG 

  

KAMPUNG  TRI  MUKTI  JAYA

KECAMATAN   BANJAR   AGUNG

KABUPATEN TULANG BAWANG

PROVINSI LAMPUNG

 

KATA PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji syukur kehadirat Allah s.w.t setelah melalui proses penggalian gagasan sampai musyawarah dalam rangka Menggagas Masa Depan Kampung, penyusun yang terdiri dari sebagian anggota BPK dan Perangkat Kampung  Tri Mukti Jaya. berhasil menyusun Dokumen RPJMKam.

Profil Kampung adalah bagian dari program perencanaan seluruh warga masyarakat Kampung Tri Mukti Jaya yang menginginkan perubahan yang lebih baik di segala bidang. Masa Depan akan terlihat jika dimulai dengan perencanaan yang matang dan disertai kerja keras dan usaha untuk mewujudkannya.

Dokumen ini mungkin masih kurang sempurna karena keterbatasan informasi dari dokumen terdahulu yang kurang lengkap, meskipun demikian dokumen ini sudah cukup mewakili aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang membantu sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan Dokumen Profil Kampung ini.

Harapan kami semoga Dokumen ini bisa menjadi tolok ukur Pembangunan di Kampung  Tri Mukti Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang dan semoga seluruh Rencana Pembangunan bisa terealisasi dan kemajuan pesat bisa terlihat di Kampung Tri Mukti Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang

 

Wassalamu’ alaikum Wr.Wb

                                                             Tri Mukti Jaya, 10 April 2019

      Tim Penyusun

 

 

 Pemerintah Kampung Tri Mukti Jaya

 

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

  • LATAR BELAKANG :

Kampung merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal­ usul dan adat istiadat yang diakui dan dihormati dalam Sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai kesatuan masyarakat hukum, Kampung perlu untuk selalu memikirkan bagaimana kondisi Kampungnya dimasa yang akan datang, sehingga Kampung tersebut bertambah maju. Untuk mewujudkan harapan tersebut, berdasarkan sumberdaya yang dimiliki Kampung saat ini maka Kampung perlu menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (Profil Kampung) atau langkah­ langkah yang perlu dilakukan selama 6 (enam) tahun.

Sebagai bagian dari kesatuan wilayah Kabupaten, maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (Profil Kampung) merupakan salah satu Dokumen pembangunan yang menjadi sasaran dari Pembangunan Kabupaten.

 

  • MAKSUD DAN TUJUAN :

Maksud disusunnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (Profil Kampung ) adalah sebagai pedoman bagi setiap Perangkat Kampung dalam menyusun sasaran, program dan kegiatan Pembangunan Kampung.

Tujuan disusunnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung adalah untuk meningkatkan pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat yang lebih berdaya guna, serta lebih untuk memantapkan pelaksanaan akuntabilitas kinerja Pemerintah Kampung sebagai wujud pertanggung jawaban dalam mencapai Visi, Misi dan tujuan Pemerintah Kampung.

 

  • LANDASAN HUKUM : 

Penyusunan dokumen Perencanaan Pembangunan Banjar Agung didasarkan pada beberapa peraturan perundang-undangan, antara lain:

  1. Peraturan Pemerintah 43 tahun 2014
  2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  3. Undang – Undang Nomor  25   Tahun  2004  tentang   Sistem Pembangunan Nasional;
  4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
  5. Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Tulang Baw
  6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
  7. ang Barat di Provinsi Lampung;
  8. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
  9. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
  10. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Negara;
  11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
  12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
  13. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
  14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Peraturan di Desa;
  15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa;
  16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa;
  17. Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2011-2016.

 

 

 

 

Sejarah Kampung

  • Asal-usul/Legenda Kampung

Tahun 2009 Kampung Tridarma Wirajauya dimekarkan menjadi tiga kampung, yaitu :

  1. Kampung induk, Tridharma Wirajaya dengan Kepala Kampung Ahmad Zubaidi
  2. Kampung Trimulya dengan kepala Kampung Muh. Sahir ( Purwadi )
  3. Kampung Tri Mukti Jaya dengan kepala Kampung Sugeng.

Berkisar Tahun 1978-1979 Pemerintah melaksanakan program Transmigrasi dari pulau Jawa ke Lampung khususnya ke Unit III.

Dahulu Kampung Tri Mukti Jaya adalah sebagian dari Unit III.

Unit III terdiri dari 4 Rk yaitu Rk 1, Rk 2, Rk 3 dan Rk 4. Setelah Unit III dibentuk menjadi Kampung namanya Kampung Tridharma Wirajaya Kampung Tridharma Wirajaya masih sama terdiri dari 4 Rk.

Pada Tahun 1985 Kampung Tridharma Wirajaya di mekarkan mejadi 2 Kampung yaitu:

1, Kampung Tridharma Wirajaya terdiri dari Rk 1,Rk 2 dan sebagian Rk 3.

2, Kampung Moris Jaya terdiri dari Rk 4 dan sebagian Rk 3.

Pada Tahun 2009 kembali Kampung Tridharma Wirajaya di mekarkam menjadi 3 Kampung yaitu:

1, Kampung Tridharma Wirajaya terdiri dari Rk 1

2, Kampung Trimulya Jaya terdiri Rk 2

3, Kampung Tri Mukti Jaya terdiri dari sebagian Rk 3

Kampung Tri Mukti Jaya sendiri terdiri dari berbagai macam suku dan bahasa , ada yang asli penduduk pribumi , penduduk Transmigrasi dan penduduk pendatang .

Ada yang datang dari Lampung , Jawa bahkan dari pulau pulau yang lainya.

 

2.1.2. Sejarah Pemerintahan Kampung

          Tabel 1. Sejarah Pemerintahan Kampung

 

NAMA-NAMA KEPALA KAMPUNG

SEBELUM DAN SESUDAH BERDIRINYA KAMPUNG TRIDHARMA WIRAJAYA

NO TAHUN NAMA KETERANGAN
1 2009 s/d 2010 Sugeng Kakam Pertama
2 2010 s/d 2011 Bambang Pjs Kakam
3 2011 s/d 2017 Kuwatno Kakam
 4  2017  Makhoriza Heri Pratama
Pjs Kakam
 5  2017 s/d 2023
 Iwan Suwarno
Kakam

 

Sejarah Pembangunan Kampung 

Tabel 2. Sejarah Pembangunan Kampung

No Tahun Kegiatan Pembangunan Keterangan
No Tahun Kegiatan Pembangunan Swadaya
1 2009 Pembangunan Gorong-gorong Suku 03 Swadaya
2 2009 Pembangunan Gorong-gorong Suku 04 Swadaya
3 2010 Pembangunan Gorong-gorong Suku 02 Swadaya
4 2010 Pembangunan Gorong-gorong Suku 01 Swadaya
5 2011 Pembangunan Gardu di suku 01 Swadaya
6 2011 Pembangunan Gardu di suku 02 PNPM-MP
7 2012 Pembangunan Jalan Telfod PNPM-MP
8 2012 Pembangunan Gedung Posyandu PNPM-MP
9 2013 Pembangunan Jalan Telfod PNPM-MP
10 2013 Pembangunan Gedung TPA GSMK
11 2013 Pembangunan Jalan Ondelagh Swadaya
12 2013 Pembangunan Gorong-gorong Suku 03 Swadaya
13 2013 Pembangunan Gorong-gorong Suku 04 PNPM-MP
14 2013 Pembangunan Sumur Bor GSMK
15 2014 Pembangunan Jalan Ondelagh GSMK

 

16 2014 Pembangunan Drainase Swadaya
17 2014 Pembangunan Gorong-gorong Suku 02 Swadaya
18 2015 Pembangunan Jalan Ondelagh GSMK
19 2015 Pembangunan Drainase GSMK
20 2014 Pembangunan Gorong-gorong Suku 04 Swadaya

 

KONDISI GEOGRAFIS

Tabel 3. Kondisi Geografis

No Uraian Keterangan
1 Luas wilayah    :  471,75Ha
2

 

 

 

 

 

 

Jumlah Dusun : 4 (Empat )

1) Dusun I

2) Dusun II

3) Dusun III

4) Dusun IV

 

 

 

 

 

3 Batas wilayah :

a. Utara         : Kampung Moris Jaya

b. Selatan      : Kampung Trimulya Jaya

c. Barat      :  Kampung Balai Murni Jaya

d. Timur    :  Kampung Tridarma wirajaya

4 Topografi

a. Luas kemiringan lahan (rata-rata)

1. Datar 471,75 Ha

b. Ketinggian di atas permukaan laut (rata-rata)   14 m

5 Hidrologi :

Irigasi berpengairan tehnis

6  Klimatologi :

a.  Suhu   27 – 30 °C

b.  Curah Hujan          2000/3000 mm

c.  Kelembaban udara

d.  Kecepatan angin

 

 

 

 

7

 

 

 

Luas lahan pertanian

a. Sawah tadah hujan              : —     Ha

b. Kebun Karet                             :  291 Ha

c. Perkebunan Sawit                    :  17   Ha

d. Perkebunan Singkong              :  10   Ha

e. Perkebunan Belum Produktif    :  62   Ha

8 Luas lahan pemukiman            :  91,75 Ha

 

Perekonomian Kampung

 

Tabel 4. Tabel Sumber Penerimaan Kampung

No Sumber

Penerimaan Kampung

Tahun
2014 2015 2016
1 PAJAK
2 PAD 56.260.000 53.410.000
4 ADD 293.600.000 318.600.000
5 DD 267.743.781 598.745.136
6 Prov 5.600.000 6.000.000

 

Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penerimaan Pajak, mulai tahun 2011 s/d 2015 mengalami peningkatan. Peningkatan dari tahun 2011 ke tahun 2012 adalah sebesar 60 %, sedangkan dari tahun 2012 ke tahun 2013 adalah sebesar 57.%. Adapun penyebab dari peningkatan penerimaan pajak selama tahun 2012 s/d 2015 adalah sebagia berikut:
    1. Objek tidak ada
    2. Double objek pajak
  2. Tanah Kas Kampung dikelola oleh kampung
  3. DPD/K adalah Dana pembangunan Kampung yang bersumber dari pemerintah, besaran Dana tiap tahun bisa berubah sesuai dengan kebijakan PEMKAB.
  4. ADD atau Alokasi Dana Kampung adalah Dana APBD Kabupaten besaran Dana tiap tahun bisa berubah sesuai dengan kebijakan PEMKAB. 

SOSIAL BUDAYA

Tabel 5. Kondisi Sosial Budaya Kampung

No. Uraian Jumlah Keterangan
1 Kependudukan
A. Jumlah Penduduk (Jiwa) 1.156
B. Jumlah KK 367
C. Jumlah laki-laki
a. 0 – 15 tahun 174
b. 16 – 55 tahun          339
c. Diatas 55 tahun 74
D. Jumlah perempuan
a. 0 – 15 tahun 174
b. 16 – 55 tahun 331
c. Diatas 55 tahun 64
2 Kesejahteraan Sosial
A. Jumlah KK Prasejahtera 13
B. Jumlah KK Sejahtera 41
C. Jumlah KK Kaya 6
D. Jumlah KK Sedang 245
  E. Jumlah KK Miskin 62
3 Tingkat Pendidikan
A. Tidak tamat SD 126
B. SD 139
C. SLTP 357
D. SLTA 285
E. Diploma/Sarjana 96
4 Mata Pencaharian
A. Buruh Tani
B. Petani 37
C. Peternak 56
D. Pedagang 40
E. Tukang Kayu 16
F. Tukang Batu 12
G. Penjahit 5
H. PNS 20
I. Pensiunan 3
J. TNI/Polri 0
K. Perangkat Kampung 25
L. Pengrajin 2
M.Industri kecil 4
N. Buruh Industri 0
5

 

 

 

O. Lain-lain

Agama

A.   Islam

B.   Kristen

C.   Katolik

D.  Hindu

E.   Budha

 

0

 

1.113

9

2

38

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Kependudukan.

Jumlah usia produktif lebih banyak dibanding dengan usia anak-anak dan lansia. Perbandingan usia anak-anak, produktif, dan lansia adalah sebagai berikut: 24,7% : 53,3% : 18,8%. Dari 1.979  jumlah penduduk yang berada pada kategori usia produktif laki-laki dan perempuan jumlahnya hampir sama / seimbang.

  1. Kesejahteraan

Jumlah KK Sedang  mendominasi yaitu 47,8 % dari total KK, KK pra sejahtera  2,1 %, KK sejahtera 6,5 % KK Kaya 0,7 %. dan KK Miskin  23,5 %. Dengan banyaknya KK sedang  inilah maka Kampung Tri Mukti Jaya  bukan kampung yang terlalu miskin

  1. Tingkat Pendidikan

Kesadaran tentang pentingnya pendidikan terutama pendidikan 9 tahun baru terjadi beberapa tahun ini sehingga jumlah lulusan SD dan SLTP mendominasi peringkat Pertama.

  1. Mata Pencaharian

Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan buruh tani. hal ini disebabkan karena sudah turun temurun sejak dulu bahwa masyarakat adalah petani dan juga minimnya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat tidak punya keahlian lain dan akhirnya tidak punya pilihan lain selain menjadi buruh tani dan buruh Pabrik.

  1. Agama

Warga  masyarakat Kampung Tri Mukti Jaya  adalah 99% adalah Muslim

 

2.5. PRASARANA DAN SARANA KAMPUNG

 

Tabel 6. Prasarana dan Sarana Kampung

No Jenis Prasarana dan Sarana Kampung Jumlah Keterangan
1 Kantor Kampung 1
2 Gedung SLTA
3 Gedung SLTP
4 Gedung MTs
5 Gedung SD
6 Gedung TK
7 Masjid 2
8 Gereja
9 Musholla 5
9 Pasar Kampung 1
10 Polindes 1
11 Balai Kampung 1
12 Poskamling 9
13 Gedung Posyandu 1
13 Jembatan 1
14 Gedung TPQ 2

 

Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Gedung SLTP dan SLTA tidak diperlukan di Kampung Tri Mukti Jaya karena jumlah siswa yang hanya sedikit sudah terakomodasi dalam SLTP dan SLTA terdekat.
  2. Pasar Kampung ada, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat biasanya mereka datang ke pasar tradisional yang ada di Kecamatan Banjar Agung.
  3. Secara umum prasarana dan sarana yang ada di Kampung sudah cukup lengkap mengingat jumlah penduduk hanya 1.156
  • Pemerintahan Umum

Tabel 7. Pemerintahan Umum

No Uraian Keberadaan Keterangan
Ada Tidak
1 Pelayanan kependudukan Ada
2 Pemakaman Ada
3 Perijinan Tidak
4 Pasar tradisional Ada
5 Ketentraman dan tibum Ada

 

Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pelayanan kependudukan dilaksanakan setiap hari jam kerja kadang kala ada juga penduduk yang datang pada sore atau malam hari, hal ini bisa dimaklumi karena mayoritas penduduk adalah petani atau buruh tani sehingga kesibukan bekerja seharian. Pemahaman mengenai jam kerja kantor masih kurang.
  2. Ada 1 (satu) lokasi pemakaman di Kampung Tri Mukti Jaya  ada tim khusus yang menangani hal ini yaitu juru kunci. Prosesi pemakaman dipimpin oleh ulama setempat dan dilaksanakan secara gotong royong oleh warga.
  3. Perijinan diantaranya adalah ijin keramaian dan ijin tinggal.
  4. Ijin keramaian diwajibkan bagi kegiatan yang bisa mendatangkan massa dalam jumlah banyak. Misalnya hiburan rakyat, ketoprak dan orkes. Ijin ini selain ke pemerintah Kampung juga diteruskan ke MUSPIKA.
  5. Ijin tinggal diberlakukan kepada warga asing yang bertamu lebih dari 24 jam atau menginap terutama jika bukan keluarga dekat dengan warga setempat.
  6. Pasar tradisional ada, warga biasa datang ke pasar tradisional yang ada di Kampung Tri Mukti Jaya

Satuan linmas memiliki anggota sebanyak 7 personel aktif dan siap sewaktu-waktu jika ada kegiatan yang bersifat lokal atau skala kecil. Untuk pengamanan skala sedang dan besar linmas dibantu dari POLSEK dan KORAMIL.

 


  1. VISI KAMPUNG

 

3.1.1. Nilai-nilai yang melandasi:

3.1.1.1  Kampung Tri Mukti Jaya  adalah Kampung yang cukup subur dalam pertanian khususnya dalam pengembangan kebun rakyat berupa kebun karet, sehingga kehidupan ekonomi secara merata hampir cukup sejahtera dibanding dengan empat tahun kebelakang naman perkebangan ekonoi yang cukup baik belum diimbangi oleh sumber daya yang kurang maksimal.

3.1.1.2.       Sebagian besar warga Petani dan buruh tani juga ada yang memelihara hewan ternak meski dalam skala kecil, biasanya hanya digunakan untuk investasi jangka pendek.

Visi merupakan pandangan jauh ke depan atau cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu Kampung yang dalam hal ini merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh pemerintah Kampung Tri Mukti Jaya.

Visi perlu ada untuk memberikan arah dan fokus bagi kampung agar terus dapat eksis, antisipasif, empeti dan inovataif

Adapun kreteria untuk menyusun visi adalah sebagaiberikut :

  1. Menemukan arah yangjelas tentang masa depan yan dituju
  2. Profesional dalam menjalankan amanah
  3. Menjembatani keaddaan saat ini dan masa depak, sehingga memungkinkan untuk dicapai.
  4. Mampau mengundang komitmen dan dukungan moril daro para stakholders untuk ikut mewujudkannya.
  5. Memerlukanpertimbangan kelyakan teknis, ekonomis, sosial dan politik.
  6. Fleksibel dan cerdas agar mudah disesuaikan dengan konsdisi yan berkembang.
  7. Menumbuhkan motivasi dan tantangan
  8. Memiliki pribadi yang mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat
  9. Dirumuskan dalam bahasa yang sederhana ringkas dan mudah dimengerti.

Kecuali isi strategis di atas juga melibatkan instrumen-instrumen yang berkolerasi dengan indikator-indikator kurangnya kesejahteraan di Kampung Tri Mukti Jaya oleh sebab itu dalam membangun Kampung Tri Mukti Jaya kami menetapkan visi

TRI MUKTI JAYA BERSAHAJA

( Bertaqwa, Cerdas, Sehat, Aman dan Sejahtera )

3.1.2.  Makna yang terkandung :

Bertaqwa Memiliki pengertian bahwa sumber daya yang dimiliki Kampung Tri Mukti Jaya  merupakan manusia yang memiliki ahlak dan keimanan kepada Tuhan Y.M.E, sehingga semua perbuatan yang dilakukan atas dasar ibadah kepada Alloh s.w.t
Cerdas Mengandungpengertian seluruh komponen sumber daya manusia di Kampung Tri Mukti Jaya harus berpendidikan, berahlak dan memiliki integritas serta daya saing tinggi
Sehat Mengandung pengertian disetiap komponen kehidupan masyarakat baik sumber daya manusia penyelenggara pemerintah, maupun alam serta lingkungan haruslah terawat bersih dan nyaman.
Aman Mengandung pengertian bahwa masyarakat kampung Tri Mukti Jaya menginginkan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari, tidak merasa takut dan waswas.
Sejahtera Mengandung Pengertian bahwa tujuan masyarakat Kampung Tri Mukti Jaya adalah kecukupan kebutuhan sandang, pangan dan papan serta kenyamanan dalam beraktifitas.

 

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka dirumuskan dalam 5  ( lima ) misi, yaitu :

  1. Terwujudnya pelayanan yang baik, bersih, efektif, profesional dan ekonomis dengan mengedepankan dan mengutamakan kepentingan masyarakat yan dilandasi dengan keimanan kepada Alloh s.w.t.
  2. Terwujudnya pemeretaan pendidikan bagi masyarakat bebas buta aksara dan angka terutama pendidikan dasar dan menengah dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat guna mendukung program pembangunan yang berkelanjutan.
  3. Terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani guna mendukung program pembangunan nberkelanjutan di Kampung Tri Mukti Jaya
  4. Terwujudnya rasa aman bagi masyarakat dari gangguan keamanan dan ketertiban demi kelancaran program pembangunan di Kampung Trimukt Jaya
  5. Terwujudnya masyarakat sejahtera memlalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan pola intensifikasi lahan pertanian dan perkebunan yan didukung dengan sarana transportasi.

 

Adapun operasional misi tersebut dijabarkan dalam strategi berikut :

Misi Pertama : Terwujudnya pelayanan yan baik,bersih,efektif, profesional, efesien dan ekonomis dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Misi ini dijabarkan dalam 3 ( tiga ) tujuan :

  1. Terwujudnya penyelenggaraan pemerintah yang baik, bersih, dan efektif dengan sasaran :
    1. Meningkatkan kualitas pelyanan publik
    2. Meningkatkan kepuasan masyarakat kepada kinerja pemerintah Kampung
    3. Mingkatkan auntabilitas dan transportasi penyelenggaraan pemerintah kapung.
  2. Terwujudnya penyelenggaran pemerintah yan profesional, dengan sasaran :
  3. Tersedianya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan masyarakat dan pengembangan potensi lokal
  4. Meningkatkatnya kompetensi sumber daya aparatur pemerintahan.
  5. Terwujudnya penyelenggaraan pemerintah yan efesien dan ekonomis dengan sasaran :
  6. Menigkatkan tingkat capaian sasaran pelaksanaan program dan kegiatan
  7. Mingktkan kualitas pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah sesuai denan aturan birokrasi yang berlaku
  8. Tercapainya mnimalitas biaya sumber daya untuk pelaksanaan program pemerintah.

Misi Kedua  :  Terwujudnya pemerataan pendidikan bagi mayarakat, bebas dari buta huruf dan angka pendidikan dasar dan menengah dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan.

Misi ini dijabarkan dalam 2 ( dua ) tujuan, yaitu :

  1. Terwujudnya pemerataan pendidikan dengan sasaran :
  2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan formal dan non formal.
  3. Meningkatkan indeks pembangunan manusia di bidang pendidikan
  4. Meningkatkan akses masyarakat terhadap dunia pendidikan berkelanjutan.
  5. Terwujudnya masyarakat bebas buta huruf dan angka, dengan sasaran :
  6. Meningkatkan keinginan masyarakat menyekolahkan anak-anaknya menimal pendidikan dasa dan menengah.
  7. Memberikan keringanan biaya seakolah bagi siswa tidak mampu untui menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.
  8. Meningkatkan antusias masyarakat akan pentingnya pendidikan dengan memberikan pendidikan gratis bagi tuna aksara.

Misi Ketiga :  Terwujudnya masyarakat yang sehat  baik jasmani maupun  rohani  guna    mendukung program pembangunan yang berkelanjutan

Misi tersebut dijabarkan dlam 2 ( dua ) tujuan :

  1. Terwjudnya masyarakat sehat jasmani dengna sasaran :
  1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan
  2. Meningkatkan kualitas peleyanan kesehatan bagi masyarakat
  3. Meningkatkan capaian indeks pembangunan manusia dibidang kesehatan
  4. Meningkatkan akses masyarakat terhadap kesehatan yang berkeadilan.
  1. Terwujudnya masyarkat sehat secara rohani dengna sasran :
  2. Meningkatkan sarana dan prasaranan keagamaan
  3. Meningkatkan penghayatan dan pemahaman ajaran agama
  4. Meningkatnya kesolehan sosial dan semangat gotongroyong

 

Misi Keempat :  Terwujudnya rasa aman bagi masyarakat dari gangguan keamanan dan ketertiban demi kelancaran program pembangunan di Kampung Tri Mukti Jaya.

 

Misi tersebut dijabarkan dalam 2 ( dua ) tujuan :

  1. Terwujudnya rasa aman dari gangguan keamanan bagi masyarakat dengan sasaran :
  2. Meningkatnya frekwensi system keamanan lingkungan.
  3. Meningkatkan kinerja pihak keamanan baik tingkat desa ataupun pihak kepolisian.
  4. Meningkatnya kesadran masyarakat akan bahaya narkotika,serta minum-minuman keras.
  5. Terwujudnya masyarakat yan tertib dengan sasaran :
  6. Meningkatnya masyarakat yang sadar hukum
  7. Meningkatnya keselarasan masyarakat yang mematuhi peraturan baik lalulintas ataupun birokrasi’
  8. Meningkatknya penegakan hukum.

Misi Kelima  :  Terwujudnya masyarkat sejahtera melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan pola instensifikasi lahan pertanian dan perkebunan yang didukung dengan sarana transportasi, mengingat Kampung Tri Mukti Jaya merupakan daerah agraris.

Misi tersebut dijabarkan dalam 3 ( tiga ) tujuan :

  1. Terwujudnya kebutuhan dasar manusia dengan sasaran :
  2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana pendidikan
  3. Meningkatkatnya kualitas dan kuantitas sarana perdagangan.
  4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana pertanian
  5. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana pemukiman bagi masyarakat.
  6. Terwujudnya instensifikasi lahan pertanian dan perkebunan dengan sasaran
  7. Meningkatnya pemanfaatan lahan untuk pengembangan budidaya pertanian dan perkebunan unggul dengan konsep agrobisnis dan agrowisata.
  8. Meningkatnya kepedulian masyarakat dan dunia usaha pertanian perkebunan
  9. Meningktanya pendayagunaan fungsi lahan secara efektif dan efesien serta tepat guna
  10. Meningkatnya upaya konversi dan rehabilitasi.
  11. Terwujudnya pemberdayaan ekonomi kekayaan dengan sasaran :
  12. Meningkatnyakualitas dan kuantitas kelompok-kelompok usaha kecil
  13. Meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya berkoperasi.

Untuk mewujudkan misi tersebut di atas, maka ditetapkan 5 ( lima ) bidang pembangunan, yaitu :

  1. Penyelenggara pemerintah
  2. Pendidikan dan Keagamaan
  3. Kesehatan
  4. Pertanian dan Perkebunan
  5. Pengembangan dan Pembangunan Infrastruktur

Dalam 5 (lama) bidang tersebut terdapat 4 (empat) program unggulan, yaitu :

  1. Penataan SDM aparatur pemerintahan mulai dari tingkat RT hingga tingkat Kampung yan berahlak mulia, cerdas dan berdaya saing tinggi.
  2. Menjadikan Kampung Jaya sebagai Kampung Agribisnis dan agrowisata karena memiliki potinsi dalam bidang pertanian dan perkebunan.
  3. Menjadikan Kampung Tri Mukti Jaya sebagai Kampung sentral peternakan.
  4. Pengembangan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kesehatan dengan pelayanan baik untuk mesyarakat

BAB IV
STRATEGI  PEMBANGUNAN  KAMPUNG

Program Kampung diawali dari musyawarah Kampung yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, tokoh Agama, RT / dusun , Pemerintah Kampung beserta BPK dalam rangka penggalian gagasan. Dari penggalian gagasan tersebut dapat diketahui permasalahan yang ada di Kampung dan kebutuhan apa yang diperlukan oleh masyarakat sehingga aspirasi seluruh lapisan masyarakat dapat  tertampung.

Sebagai wakil dari masyarakat BPK berperan aktif membantu pemerintah Kampung dalam menyusun program Pembangunan.Pemerintah Kampung beserta BPK merumuskan program Pembangunan Kampung, dalam hal ini menyusun Pembangunan apa yang sifatnya mendesak  dan harus dilakukan dengan segera dalam arti menyusun skala prioritas.

BAB V

ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN KAMPUNG

5.1. Arah Pengelolahan Pendapatan Kampung

  • Pendapatan Kampung bersumber dari Tanah Kas Kampung,Pasar Kampung, Partisipasi Masyarakat, Bekerjasama Badan Usaha, dan Dana dari Pemerintah.
  • Pajak dipungut  oleh Kepala  Suku dibantu oleh  Perangkat  Kampung  sesuai  dengan wilayah   rayonnya  masing – masing   kemudian  dikumpulkan  dan  disetorkan  oleh Juru Tulis   Kampung ke Bank    terdekat,  ada   kalanya  petugas   dari   Kabupaten datang sendiri sekaligus untuk mengevaluasi
    • Pendapatan dari tanah  Kas  Kampung  dan dari  Pemerintah  dikelola  oleh bendahara Kampung.
    • 2 Arah Pengelolahan Belanja Kampung
  1. Penghasilan Tetap Kapala Kampung dan Perangkat Kampung
  2. Tunjangan BPK dan Honor RT dan RW.
  3. Pengadaan Barang dan jasa
  4. Pengadaan ATK, inventaris Kantor Kampung dll.
  5. Biaya operasional Pemerintah Kampung
  6. Biaya seragam Kapala Kampung dan Perangkat Kampung
  7. Meliputi biaya rapat dan perjalanan Dinas
  8. Pembangunan sarana dan prasarana, dll

Semuanya diatur dalam APBK

  1. Kebijakan Umum Anggaran

Pemerintah Kampung bersama BPK melaksanakan musyawarah guna membahas anggaran yang dibutuhkan selama setahun dengan menggunakan tolok ukur pada tahun-tahun sebelumnya yang kemudian dituangkan dalam APBK.

BAB VI
KEBIJAKAN UMUM KAMPUNG

Secara administratif Kampung Tri Mukti Jaya  terbagi dalam 4 (empat )

Suku  dan untuk  pemukiman penduduk hampir menyebar merata di setiap  Suku.

Pelaksanaan Pembangunan dilaksanakan secara  seimbang agar tidak terjadi kecemburuan yang mengakibatkan ketidak harmonisan dalam masyarakat. Demi tercapainya azas “adil dan merata” tersebut Pembangunan dilaksanakan bertahap dan bergantian antara wilayah.   meskipun dan pelaksanaan Pembangunan harus melibatkan warga masing-masing wilayah agar tercipta rasa saling memiliki meskipun pembangunan tersebut berlokasi di wilayah suku  lain.

Selain azas “adil dan merata” kami juga lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat darurat atau membutuhkan penanganan yang tidak bisa ditunda.

 

BAB VII
PROGRAM PEMBANGUNAN KAMPUNG

7.1 Sarana dan Prasarana

  1. Pembangunan Gapura Pintu gerbang Kampung
  2. Pembanguan Pagar Makam
  3. Pembangunan talud / Drainase
  4. Peningkatan Jalan onderlag menjadi aspal
  5. Pembangunan Sumur BOR
  6. Jembatan dan gorong-gorong

7.2 Ekonomi

  1. Pengadaan sarana home industry
  2. Mengembangan BUMDes dari UPK
  3. Pembangunan Pasar Kampug
  4. Meningkatkan usaha Kelompok Tani melalui Gapoktan
    • Sosial Budaya
  1. Gapura batas Kampung /  dan gapura Jalan Kampung

7.4 Pendidikan

  1. Pelatihan Wira usaha bagi pemuda
  2. Peningkatan SDM (PKK dan Kader Keuangan Kampung)
  3. Gedung TK / PAUD
  4. Pelatihan Home Industry
  5. Pelatihan Perbengkelan
  6. Pelatihan Peternakan
  7. Pelatihan Pertanian
  8. Pelatihan Pembuatan pupuk organic\

7.5 Kesehatan

  1. Perbaikan saluran pembuangan
  2. MCK / Jamban keluarga
  3. Pengembangan Pembangunan polindes
  4. Sarana fogging

7.6 Agama

  1. Pembangunan Masjid
  2. Pembangunan / Rehab Mushola

BAB VIII

PENUTUP

Semua program yang kami cantumkan hanya kebutuhan utama yang bisa menyusun lihat pada saat ini, tidak menutup kemungkinan ada program tambahan yang sifatnya darurat dan tidak bisa ditunda.

Karena program ini hanya untuk 6 (enam) tahun maka untuk menjembatani kekosongan dokumen perencanaan jangka menengah pada masa Jabatan Kepala Kampung, penyusun menyiapkan program yang sifatnya hanya sekunder dan tidak membutuhkan biaya dalam jumlah besar karena masa akuisisi biasanya tidak lama.  Program tersebut meliputi rehabilitasi sarana dan prasarana yang ada selain itu menyusun juga akan melakukan evaluasi program apa saja yang belum terealisasi sehingga bisa diteruskan untuk Profil Kampung tahun-tahun selanjutnya sehingga program pembangunan tersebut bisa terus berkesinambungan meskipun yang menduduki jabatan Kepala Kampung silih berganti.

 

Demikian program – program yang kami rencanakan. Semoga Allah SWT memberikan  Ridho­  sehingga   semua   program   bisa    terealisasi   sesuai  yang penyusunan dan perencanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROFIL

KAMPUNG TRI MUKTI JAYA

KECAMATAN BANJAR AGUNG

KABUPATEN TULANG BAWANG

PROVINSI LAMPUNG

2016

POTENSI KAMPUNG TRI MUKTI JAYA

KECAMATAN BANJAR AGUNG

 

  1. POTENSI SUMBER DAYA ALAM
  2. POTENSI UMUM
  • Luas Kampung
    • Luas Kampung                                             : 471,09 ha
    • Sawah Tadah Hujan                                    : –
    • Tegalan/Ladang                                          : 97,7 ha
    • Pemukiman                                                  : 87 ha
    • Tanah Rawa                                                 : 19 ha
    • Perkebunana Rakyat                                  : 260,2 ha
    • Kas Desa                                                       : 1 ha
    • Lapangan                                                      : 1 ha
    • Perkantoran Pemerintah                           : 0,25 ha
    • Makam                                                          : 4 ha
    • Rumah Ibadat (Masjid/Mushola)             : 1,75 ha

 

  • Orbitasi
    • Jarak ke Ibukota Kecamatan                      : 15 km
    • Lama Tempuh                                               : 0,25 jam
    • Kendaraan Umum ke ibukota Kecamatan : Ojek dan Angkot
    • Jarak ke Ibukota Kabupaten                       : 63 km
    • Lama Tempuh                                                : 1,25 jam
    • Kendaraan Umum ke ibukota Kabupaten  : Bus

 

  • Batas Kampung
    • Utara                              : Kampung Moris Jaya
    • Selatan                           : Kampung Tri Mulya Jaya/Balai Murni Jaya(Banjar Baru)
    • Timur                             : Kampung Tridarma Wirajaya
    • Barat                              : Kampung  Mekar Indah Jaya (Banjar Baru)

 

  • Iklim
    • Jumlah Bulan Hujan          : 6 Bulan
    • Suhu rata-rata harian       : 300C
    • Bentang Wilayah                : Datar

 

  1. PERTANIAN

B.1 TANAMAN PERTANIAN

1.Luas tanaman menurut kmoditas pada tahun ini

 

JENIS TANAMAN LUAS (Ha) HASIL (Ton/Ha)
Jagung 0 0
Kacang Tanah 0 0
Kacang Panjang 0,25 0,20
Padi 0 0
Ubi Kayu 20 24
Cabe 0,25 0,7
Mentimun 1 1,6
Terong 1 0,9

 

  1. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan

 

Jumlah rumah tangga memiliki tanah pertanian               : 86 RTP

Tidak memiliki                                                                        : 164 RTP

  • Memiliki < 0,5 ha                                                         : 30 RTP
  • Memiliki 0,5-1,0 ha                                                     : 36 RTP
  • Memiliki > 1,0 ha                                                         : 20 RTP

Jumlah rumah tangga petani                                               : 86 RTP

Jumlah Buruh Tani                                                               : 97 RTP

  1. Jenis Komoditas Buah-buahan yang Dibudidayakan

 

JENIS TANAMAN LUAS (Ha) HASIL (Ton/Ha)

 

B.2 TANAMAN OBAT

 

JENIS TANAMAN LUAS (Ha) HASIL (Ton/Ha)
Kencur
Jahe 0,5 4

 

B.3 PERKEBUNAN

  1. Luas dan Hasil Menurut Jenis

 

JENIS TANAMAN LUAS (Ha) HASIL (Ton/Ha)
Kelapa Sawit 0 0
Karet 240 0,25

Merupakan perkebunan milik rakyat

 

  1. Pemilikan Lahan Perkebunan

Jumlah rumah tangga memiliki perkebunan         : 164 RTP

  • Memiliki < 0,5 Ha                                            : 40 RTP
  • Memiliki 0,5 – 1,0 Ha                                     : 82 RTP
  • Memiliki > 1,0 Ha                                            : 42 RTP
  1. KEHUTANAN

 

Hasil Hutan

  • Bambu : 2.000 btg/th
  1. PETERNAKAN
  2. Jenis Populasi Ternak
JENIS TERNAK JUMLAH (Ekor)
SAPI 115
BABI 23
KAMBING 231
AYAM 476
BEBEK 23
ENTOK 65
ANGSA 3

 

  1. Produksi Peternakan
  • Telur Ayam                                                      : –         Kg/th
  • Telur Bebek                                                      : –         Kg/th

 

  1. Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak
  • Luas tanaman pakan ternak                          : –         ha
  • Luas lahan gembalaan                                    :-          ha

 

  1. BAHAN GALIAN

Produksi bahan galian

  • Pasir                                          : 600 m3/th

 

  1. SUMBER DAYA AIR
  2. Air Minum
  • Sumur Gali                              : 215 unit

Pemanfaat                                         : 256 KK

  • Sumur Bor                              : 8 unit

Pemanfaat                                        : 83 KK

  • MCK Umum                           : 2 unit

Pemanfaat                                        :50 KK

 

Ketersediaan Air Minum

  • Ada dan layak dikonsumsi
  • Cukup hanya pada musim penghujan
  • Kondisi air tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna

 

  1. Sungai

Nama Sungai                                        : Way Pidada

Kondisi                                                  : Keruh

 

  1. Rawa

Luas Rawa                                            : 19 ha

Pemanfaatan                                        : Musim Kemarau dapat ditanami

 

  1. PERIKANAN

 

Jenis produksi budidaya ikan tawar

Kolam pekarangan dengan menggunakan terpal   : 12 unit

Produksi budidaya ikan air tawar

Hasil                                                                              : 0,3 ton/ha

 

Jenis ikan dan produksi

JENIS IKAN PRODUKSI
LELE 0,4
EMAS 0,3
GURAME

 

 

  1. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA
  2. UMUR
UMUR L P UMUR L P UMUR L P
< 1 Thn 19 22 20 Thn 8 9 40 Thn 8 11
1 Thn 11 14 21 Thn 12 10 41 Thn 13 10
2 Thn 9 7 22 Thn 9 11 42 Thn 9 7
3 Thn 11 13 23 Thn 8 12 43 Thn 6 9
4 Thn 12 10 24 Thn 14 10 44 Thn 7 11
5 Thn 9 11 25 Thn 11 9 45 Thn 10 7
6 Thn 10 9 26 Thn 8 12 46 Thn 8 7
7 Thn 10 12 27 Thn 6 7 47 Thn 7 10
8 Thn 12 11 28 Thn 10 7 48 Thn 5 6
9 Thn 11 12 29 Thn 7 6 49 Thn 7 5
10 Thn 8 10 30 Thn 8 11 50 Thn 8 5
11 Thn 11 7 31 Thn 9 7 51 Thn 6 7
12 Thn 9 11 32 Thn 12 10 52 Thn 5 3
13 Thn 10 9 33 Thn 7 9 53 Thn 9 7
14 Thn 13 11 34 Thn 10 11 54 Thn 6 5
15 Thn 9 5 35 Thn 7 9 55 Thn 8 6
16 Thn 8 9 36 Thn 12 13 56 Thn 7 6
17 Thn 11 6 37 Thn 9 6 57 Thn 6 7
18 Thn 13 14 38 Thn 8 5 58 Thn 8 6
19 Thn 9 11 39 Thn 9 7 >58 Thn 45 39
  1. JUMLAH PENDUDUK

Jumlah penduduk                                                 : 1156 orang

Jumlah laki-laki                                                    : 587 orang

Jumlah perempuan                                               : 569 orang

Jumlah Kepala Keluarga                                      : 367 KK

 

  1. PENDIDIKAN

Belum Sekolah                                                       : 123 orang

Usia 7-45 tahun tidak pernah sekolah               : 75 orang

Pernah sekolah SD tetapi tidak tamat                : 121 orang

Tamat SD/Sederajat                                             : 451 orang

SLTP/Sederajat                                                     : 223 orang

SLTA/Sederajat                                                    : 114 orang

D-1 s.d D-3                                                            : 33  orang

S-1                                                                          : 16  orang

 

  1. MATA PENCARIAN POKOK

Petani (karet/sawit/singkong/sawah)             : 162 orang

Buruh tani                                                            : 20 orang

TNI/POLRI                                                         : –    orang

Pegawai Negeri                                                    : 15   orang

Pedagang                                                             : 26   orang

Swasta                                                                  : 6   orang

Jasa                                                                       : –     orang

Pengrajin                                                              : –   orang

Pekerja Seni                                                         : –      orang

Nelayan                                                                : 7      orang

Lainnya                                                                : –      orang

Tidak Bekerja                                                       : –   orang

 

  1. AGAMA
Agama RK 01
Islam 1108
Kristen 8
Katolik 2
Hindu 36
Budha 5

 

  1. ETNIS

Jawa                                                                       : 835    orang

Sunda                                                                     : 239    orang

Madura                                                                   : 29      orang

Bali                                                                         : 36      orang

Lampung                                                                : 17      orang

Batak                                                                      : –         orang

 

 

  1. CATAT MENTAL DAN FISIK

Cacat Fisik

  • Tuna Rungu             : 6 orang
  • Tuna Wicara             : 2 orang
  • Sumbing : 2 orang

 

Cacat Mental

  • Idiot             : 3 orang
  • Stress             : – orang

 

  1. TENAGA KERJA

 

Penduduk usia 15 – 55 tahun                                 : 356 orang

Penduduk usia 15 – 55 tahun IRT                         : 226 orang

Penduduk usia 15 – 55 tahun masih sekoah        : 18 orang

Jumlah tenaga kerja                                                 : 600 orang

 

III. POTENSI KELEMBAGAAN

  1. LEMBAGA PEMERINTAHAN

Pemerintahan Kampung

  • Jumlah aparat                                  : 5 orang
  • Pendidikan Kepala Kampug           : SLTA
  • Pendidikan Sekertaris Kampung   : SLTA
  • Jumlah Suku/Dusun                       : 4 dusun
  • Jumlah RT                                        : 12 RT

 

Badan Permusyawaratan Kampung

  • Jumlah anggota                    : 7 orang
  • Pendidikan Ketua BPK        : SLTA

 

 

  1. LEMBAGA KEMASYARAKATAN
  • Organisasi perempuan        : ada (pengajian)

Jumlah anggota                              : 120 orang

  • Organisasi perempuan        : ada (PKK)

Jumlah anggota                              : 36 orang

  • Organisasi Karang Taruna : ada (Tri Mukti Jaya)

Jumlah anggota                              : 21 orang

  • Organisasi Profesi                : ada (GAPOKTAN)

Jumlah anggota                              : 44 orang

  • LKMD/LPMK                       : ada

Jumlah anggota                              : 7 orang

  • Kelompok gotong royong    : ada

Jumlah anggota                              : seluruh KK

 

 

  1. KELEMBAGAAN POLITIK

Partai Politik :

  • PDIP
  • GOLKAR
  • PKB
  • NASDEM
  • GERINDRA
  • PKS
  • PAN
  • PPP
  • DEMOKRAT

 

  1. KELEMBAGAAN EKONOMI
  • Koperasi                                                 : 1        unit

Jumlah anggota                                               : 21      orang

  • Toko                                                        : 2        unit

Jamlah anggota                                               : 2        orang

  • Warung kelontong                                : 11      unit

Jumlah anggota                                               : 24      orang

  • Angkutan                                               : 15      unit

Jumlah anggota                                               : 15      orang

  • Pasar                                                       : –         unit
  • Pedagang pengepul                               : –         unit
  • Usaha peternakan                                 : 1        unit

Jumlah anggota                                               : 1        orang

  • Usaha perikanan                                   : 12      unit

Jumlah anggota                                               : 12      orang

  • Kelompok simpan pinjam                    : 4        kelompok

Jumlah anggota                                               : 70      orang

 

  1. LEMBAGA PENDIDIKAN
  • TK                                                           : 1        unit

Jumlah murid                                                  : 30      orang

Jumlah guru                                                     : 3        orang

 

  • SD/Sederajat                                      : –         unit

Jumlah murid                                                   : –         orang

Jumlah guru                                                     : –         orang

 

  • SLTP (Satu Atap)                             : –         unit

Jumlah murid                                                   : –         orang

Jumlah guru                                                      : –         orang

 

  • SMA : –         unit

Jumlah murid                                                   : –         orang

Jumlah Pengajar                                              : –         orang

 

  • Lembaga Pendidikan Keagamaan       : 2        unit

Pondok pesantren                                                      : 100    orang

Jumlah pengajar                                                         : 30      orang

TPA                                                                              : 2

 

  1. KELEMBAGAAN KEAMANAN

Jumlah pos kamling                                                  : 9 unit

Jumlah hansip                                                            : 6 orang

Jumlah partisipasi masyarakat dalam kamling    : Ronda malam seluruh KK

 

  1. POTENSI PRASARANA
  2. PRASARANA DAN SARANA TRANSPORTASI
  3. Prasarana Transportasi Darat
  • Jalan Kampung

Panjang jalan aspal                                                    : 1,5     km

Kondisi baik                                                                : 1        km
Panjan jalan onderlagh

Kondisi baik                                                                : 1,3     km

Kondisi rusak                                                              : 1,3     km

 

Panjang jalan tanah

Kondisi baik                                                                : 2        km

 

  • Jalan antar kampung/kecamatan

Panjang jalan aspal                                                   : 11      km

Kondisi baik                                                               : 7        km

Kondisi rusak                                                            : 4        km

 

Panjang jalan onderlagh                                           : –         km

Kondisi baik                                                                : –         km

Kondisi rusak                                                             : –         km

 

Panjang jalan tanah                                                   : –         km

Kondisi baik                                                                : –         km

Kondisi rusak                                                              : –         km

 

  • Jembatan Kampung

Jembatan beton                                                    : 2        unit

Kondisi                                                                   : baik

 

  • Jembatan Antar Kampung

Jembatan beton                                                    : 2        unit

Kondisi                                                                   : baik

 

  1. Sarana Transportasi Darat
  • Bus Umum                                                : –         buah
  • Truk                                                           : 6        buah
  • Angkutan Pedesaan                                 : 1        buah
  • Ojek : 3
  •                                                                     : –         buah

 

  1. PRASARANA KOMUNIKASI

Radio/TV

  • Jumlah TV                                              : 260    unit
  • Jumlah parabola                                    : 140    unit

 

  1. PRASARANA AIR BERSIH

                       

Prasarana Air Bersih

  • Sumur Gali                                               : 232    unit

Pengguna                                                            : 266    KK

  • Sumur Bor                                                : 6        unit
    Pengguna                                                  : 155    KK
  • MCK Umum                                             : 1        unit
    Pengguna                                                  : 53      KK

 

  1. PRASARANA PEMERINTAHAN

 

  • Balai Kampung                                          : ada
    Kondisi                                                       : sedang
  • Jumlah mesin ketik/komputer              : 1        buah
  • Jumlah meja                                             : 6        buah
  • Jumlah kursi                                            : 26      buah
  • Jumlah almari arsip                                : 2        buah
  • Jumlah balai dusun                                 : 1        buah
  • Kantor BPK                                              : –
    Kondisi                                                     : –
  • Kendaraan Dinas (Roda Dua)               : ada
  1. PRASARANA PERIBADATAN

 

  • Masjid                                                     : 3        unit

Kondisi rusak                                                  : –         unit

  • Mushola                                                 : 5        unit

Kondisi rusak                                                  : 4        unit

  • Gereja Kristen                                      : 2        unit
  • Gereja Katholik                                    : –         unit

 

  1. PRASARANA OLAHRAGA

 

Lapangan Sepak Bola                                     : 1        buah

Lapangan Bulu Tangkis                                 : 3        buah

Meja Pingpong                                                : 2        buah

Lapangan Voli                                                 : 3        buah

 

  1. PRASARANA KESEHATAN

Puskesmas                                                        : –         unit

Posyandu                                                           : 1        unit

 

  1. SARANA KESEHATAN

 

Dukun terlatih                                                     : 3        orang

Bidan Desa                                                           : 1        orang

Mantri                                                                   : –         orang

 

  1. PRASANA PENIDIDIKAN
  • SLTP                                                                             : –         unit
  • SD/Sederajat                                                               : –         unit
  • Kondisi rusak                                                               : –         unit
  • TK                                                                                  : 2        unit
  • TPA                                                                               : 2        unit
  • Lembaga Pandidikan Agama/Pondok Pesantren   : 1 unit
  • Perpustakaan                                                               : –         unit

 

  1. PRASARANA PENERANGAN

 

  • Prasarana penerangan                                                : Listrik PLN

 

Tri Mukti Jaya, Januari 2017

Kepala Kampung Tri Mukti Jaya,

 

 

KUWATNO